Langsung ke konten utama

Postingan

usaha kita

iman itu perkara hati, ketika hati menolak dan walaupun melakukan perintahnya tidak dengan mengunakan hati hanya badan yang bergerak mengikuti semua sia-sia karena dalam hati bisa jadi terpendam didalamnya rada keterpaksaan saja ,keterpaksaan bisa menyebabkan penyakit hati yang membuat pikiran menjadi kacau,walaupyn pekerjaan mudah melakukan dengan tidak iklas bisa jadi malas menghantui ,jika malas itu muncul bisakan mengingat kedepan atau mengambil pelajaran yang lalu,atau pelajari dalam cerita atau kisah orang terdekat disekitar kita,bisakan peka terhadap daerah setempat atau orang yang selalu ada buat kita,karena bukan hanya belajar disekolah atau membaca buku saja kita bisa sukses,pengalaman adalah pelajaran yang lebih dari segalanya karena kita jangan sampai melupakan sejarah ,sejarah dapat mengajarkan petapa susah nya kita melangkah ,betapa susah nya kita mengejar,betapa susahnya kita menyapai hanya tengan doa,atau niat ,usaha,dan ikhtiar,karena yanya allah lah yang mengabulkan ...

agama adalah nasehat

Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya dari Isma'il berkata, telah menceritakan kepadaku Qais bin Abu Hazim dari Jarir bin Abdullah berkata: "Aku telah membai'at Rasulullah untuk menegakkan shalat, menunaikan zakat dan menasehati kepada setiap muslim". 

pengajaran tentang kitab terdahulu

Allah SWT berfirman: "(Sesungguhnya pada kisah mereka itu terdapat) yang dimaksud adalah kisah-kisah para rasul (pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal) orang-orang yang berakal (Ini bukanlah) Alquran ini bukanlah (cerita yang dibuat-buat) sengaja dibuat-buat (akan tetapi) tetapi (membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya) kitab-kitab yang diturunkan sebelum Alquran (dan menjelaskan) menerangkan (segala sesuatu) yang diperlukan dalam agama (dan sebagai petunjuk) dari kesesatan (dan rahmat bagi kaum yang beriman) mereka disebutkan secara khusus dalam ayat ini mengingat hanya mereka sajalah yang dapat mengambil manfaat Alquran bukan orang-orang selain mereka." (QS. Yusuf: Ayat 111)

menjauhi yang syubhat(samar-samar/tidak jelas)

"Yang halal sudah jelas dan yang haram juga sudah jelas. Namun diantara keduanya ada perkara syubhat (samar) yang tidak diketahui oleh banyak orang. Maka barangsiapa yang menjauhi diri dari yang syubhat berarti telah memelihara agamanya dan kehormatannya. Dan barangsiapa yang sampai jatuh (mengerjakan) pada perkara-perkara syubhat, sungguh dia seperti seorang penggembala yang menggembalakan ternaknya di pinggir jurang yang dikhawatirkan akan jatuh ke dalamnya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki batasan, dan ketahuilah bahwa batasan larangan Allah di bumi-Nya adalah apa-apa yang diharamkan-Nya. Dan ketahuilah pada setiap tubuh ada segumpal darah yang apabila baik maka baiklah tubuh tersebut dan apabila rusak maka rusaklah tubuh tersebut. Ketahuilah, ia adalah hati". HR.BUKHORI

keteguhan iman

: "Aku sudah bertanya kepadamu, apakah jumlah mereka bertambah atau berkurang? Maka kamu bertutur bahwa mereka bertambah, dan memang begitulah iman akan terus berkembang hingga sempurna. Dan aku bertanya kepadamu, apakah ada orang yang murtad karena dongkol pada agamanya? Kemudian kamu bertutur; tidak ada, maka begitu juga iman bila sudah tumbuh bersemi dalam hati tidak akan ada yang dongkol kepadanya". HR.BUKHARI

sebutan orang yang membenci orang muslim

elah menceritakan kepada kami Muhammad bin 'Ar'arah berkata, Telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Zubaid berkata: Aku bertanya kepada Abu Wa'il tentang Murji`ah, maka dia menjawab: Telah menceritakan kepadaku Abdullah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "mencerca orang muslim adalah fasiq dan memeranginya adalah kufur".