Langsung ke konten utama

usaha kita

iman itu perkara hati, ketika hati menolak dan walaupun melakukan perintahnya tidak dengan mengunakan hati hanya badan yang bergerak mengikuti semua sia-sia karena dalam hati bisa jadi terpendam didalamnya rada keterpaksaan saja ,keterpaksaan bisa menyebabkan penyakit hati yang membuat pikiran menjadi kacau,walaupyn pekerjaan mudah melakukan dengan tidak iklas bisa jadi malas menghantui ,jika malas itu muncul bisakan mengingat kedepan atau mengambil pelajaran yang lalu,atau pelajari dalam cerita atau kisah orang terdekat disekitar kita,bisakan peka terhadap daerah setempat atau orang yang selalu ada buat kita,karena bukan hanya belajar disekolah atau membaca buku saja kita bisa sukses,pengalaman adalah pelajaran yang lebih dari segalanya karena kita jangan sampai melupakan sejarah ,sejarah dapat mengajarkan petapa susah nya kita melangkah ,betapa susah nya kita mengejar,betapa susahnya kita menyapai hanya tengan doa,atau niat ,usaha,dan ikhtiar,karena yanya allah lah yang mengabulkan kita sebagai hamba harus berusaha
di al-quran "allah tidak akan megubah suatu kaum kecuali kaum itu yang mengubahnya".

sekian blog dari saya semoga salam super 😁

Komentar

Postingan populer dari blog ini

akan dikeluarkan seorang dari neraka yaitu

 Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Akan dikeluarkan dari neraka siapa yang mengatakan tidak ada Ilah kecuali Allah dan dalam hatinya ada kebaikan sebesar jemawut. Dan akan dikeluarkan dari neraka siapa yang mengatakan tidak ada ilah kecuali Allah dan dalam hatinya ada kebaikan sebesar biji gandum. Dan akan dikeluarkan dari neraka siapa yang mengatakan tidak ada ilah kecuali Allah dan dalam hatinya ada kebaikan sebesar biji sawi. Abu Abdullah berkata; Aban berkata; Telah menceritakan kepada kami Qotadah Telah menceritakan kepada kami Anas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda. Dan kata iman di dalam hadits ini diganti dengan kata kebaikan. 

Mengingat nya dan bersabarlah

makruhnya jawaban "saya" jika ditanya "siapa ini?"

 Kitab : meminta izin Bab : jika seorang ditanya "siapa ini" sitamu menjawab "saya"! حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ هِشَامُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ قَالَ سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُ أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي دَيْنٍ كَانَ عَلَى أَبِي فَدَقَقْتُ الْبَابَ فَقَالَ مَنْ ذَا فَقُلْتُ أَنَا فَقَالَ أَنَا أَنَا كَأَنَّهُ كَرِهَهَا Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid Hisyam bin Abdul Malik telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Muhammad bin Al Munkadir dia berkata; saya mendengar Jabir bin Abdullah radliallahu 'anhuma berkata; "Aku menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam karena hutang ayahku, lalu aku mengetuk pintu rumah beliau, beliau bertanya;: "Siapakah itu?" aku menjawab; "Saya." Beliau bersabda: "Saya, saya!." Seolah-olah beliau membencinya." (HR. Bukhari: 5781) - http...