Langsung ke konten utama

HAWA NAFSU


HAWA NAFSU



Para sahabat pun bertanya,” Perang/jihad apakah yang lebih besar ya Rasulullah?” Nabi menjawab, ” Perang/jihad melawan hawa nafsu.” Pernyataan Nabi SAW itu merupakan perubahan paradigma atau mindset yang luar biasa hebat. Sampai saat itu menang dalam peperangan melawan musuh yang tampak/nyata adalah suatu pencapaian keberhasilan yang luar biasa. 

  (Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad melawan dirinya dan hawa nafsunya) , maka hadits ini derajatnya Shahih .
 Diriwayatkan oleh Ibnu An-Najjar dari Abu Dzarr Radhiyallahu anhu. 
Juga diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dan Ad-Dailami.
 Hadits ini juga dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di Shahih Al-Jami'ush-Shaghîr , no 1099, dan ia menjelaskannya secara lengkap dalam Silsilah Ash-Shahihh , No. 1496.

 Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: 

“Ada pun orang yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya Nerakalah tempat tinggalnya. Dan ada pun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya maka sesungguhnya Surgalah tempat tinggalnya.” 

(QS. An-Nazi’at: 37-41)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

akan dikeluarkan seorang dari neraka yaitu

 Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Akan dikeluarkan dari neraka siapa yang mengatakan tidak ada Ilah kecuali Allah dan dalam hatinya ada kebaikan sebesar jemawut. Dan akan dikeluarkan dari neraka siapa yang mengatakan tidak ada ilah kecuali Allah dan dalam hatinya ada kebaikan sebesar biji gandum. Dan akan dikeluarkan dari neraka siapa yang mengatakan tidak ada ilah kecuali Allah dan dalam hatinya ada kebaikan sebesar biji sawi. Abu Abdullah berkata; Aban berkata; Telah menceritakan kepada kami Qotadah Telah menceritakan kepada kami Anas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda. Dan kata iman di dalam hadits ini diganti dengan kata kebaikan. 

Mengingat nya dan bersabarlah

makruhnya jawaban "saya" jika ditanya "siapa ini?"

 Kitab : meminta izin Bab : jika seorang ditanya "siapa ini" sitamu menjawab "saya"! حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ هِشَامُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ قَالَ سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُ أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي دَيْنٍ كَانَ عَلَى أَبِي فَدَقَقْتُ الْبَابَ فَقَالَ مَنْ ذَا فَقُلْتُ أَنَا فَقَالَ أَنَا أَنَا كَأَنَّهُ كَرِهَهَا Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid Hisyam bin Abdul Malik telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Muhammad bin Al Munkadir dia berkata; saya mendengar Jabir bin Abdullah radliallahu 'anhuma berkata; "Aku menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam karena hutang ayahku, lalu aku mengetuk pintu rumah beliau, beliau bertanya;: "Siapakah itu?" aku menjawab; "Saya." Beliau bersabda: "Saya, saya!." Seolah-olah beliau membencinya." (HR. Bukhari: 5781) - http...