Langsung ke konten utama

Hal yang allah tidak suka

Karena terlalu banyak bicara apa lagi terlalu banyak kata yang keluar dari kita yang tak bermakna bisa jadi menyakiti orang lain yang kita ajak berbicara, karena dosa yang susah dimaafkan yaitu masalah hati, kita terkadang menyepelekan kita anggap bercanda, karena kita belum tentu tau kita menyakiti hatinya atau tidak, makanya kita dianjurkan meminta maaf jika diakhir pertemuan atau sesudah bercakap-cakap bersama kawan kita.
Menghamburkan uang juga termaksud sifat setan yang tidak bijak mengunakan uang dengan baik, maka kita dianjurkan kita mebagikan /menyedekahkan sebagian rizeki kita ke orang yang fakir dan miskin, anak yatim.
Terlalu bertanya disini yaitu menanyakan hal yang tak perlu lagi dijawab atau bertanya yang mengandung mudhorotnya, yang bisa menyebabkan orang bingung menjawab karena bisa jadi bertanya diluar konteks pembahasan.

Sekian terimakasih. Wallahu'alam bishowab
Mohon maaf jika ada kesalahan dari saya. Karena kebenaran hanya milik allah aza wajazzala

Komentar

Postingan populer dari blog ini

akan dikeluarkan seorang dari neraka yaitu

 Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Akan dikeluarkan dari neraka siapa yang mengatakan tidak ada Ilah kecuali Allah dan dalam hatinya ada kebaikan sebesar jemawut. Dan akan dikeluarkan dari neraka siapa yang mengatakan tidak ada ilah kecuali Allah dan dalam hatinya ada kebaikan sebesar biji gandum. Dan akan dikeluarkan dari neraka siapa yang mengatakan tidak ada ilah kecuali Allah dan dalam hatinya ada kebaikan sebesar biji sawi. Abu Abdullah berkata; Aban berkata; Telah menceritakan kepada kami Qotadah Telah menceritakan kepada kami Anas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda. Dan kata iman di dalam hadits ini diganti dengan kata kebaikan. 

Mengingat nya dan bersabarlah

makruhnya jawaban "saya" jika ditanya "siapa ini?"

 Kitab : meminta izin Bab : jika seorang ditanya "siapa ini" sitamu menjawab "saya"! حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ هِشَامُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ قَالَ سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُ أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي دَيْنٍ كَانَ عَلَى أَبِي فَدَقَقْتُ الْبَابَ فَقَالَ مَنْ ذَا فَقُلْتُ أَنَا فَقَالَ أَنَا أَنَا كَأَنَّهُ كَرِهَهَا Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid Hisyam bin Abdul Malik telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Muhammad bin Al Munkadir dia berkata; saya mendengar Jabir bin Abdullah radliallahu 'anhuma berkata; "Aku menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam karena hutang ayahku, lalu aku mengetuk pintu rumah beliau, beliau bertanya;: "Siapakah itu?" aku menjawab; "Saya." Beliau bersabda: "Saya, saya!." Seolah-olah beliau membencinya." (HR. Bukhari: 5781) - http...